5 November 2009

5 Tips Berhenti Merokok

Ditulis dalam Berita Olahraga tagged , , , , pada 9:24 oleh zoudha

5 Alasan dan Faktor Pendorong untuk Berhenti Merokok:

  1. Finansial
    Tentunya ini adalah alasan/faktor pendorong yang sangat dan paling kuat. Secara hitungan sederhana saja, kalau dalam sehari menghabiskan rokok kretek favorit saya sebanyak 2 bungkus maka secara nominal nilainya sekitar Rp 10.000,00.
    Kalau dikali jumlah hari dalam satu tahun maka nilainya menjadi Rp 3.650.000,00!
    Jadi tinggal Anda bayangkan perasaan kita kalau membakar uang sebesar itu.
  2. Penampilan
    Waktu masih jadi perokok, bisa dibilang penampilan saya tidak pernah bisa didefinisikan dengan jelas (maksudnya sih gak karuan alias berantakan).
    Tapi sekarang setiap orang yang ketemu saya selalu berkomentar, “Wah, sekarang segeran ya kamu..”
    Atau juga kadang-kadang ada tambahan komentar sebagai berikut, “Gemukan lagi…”
  3. Kesehatan
    Kalau ini sih sangat amat jelas sekali .
    Sejak saya berhenti merokok, badan saya jadi lebih enteng dan terutama aroma napas dan badan saya lumayan menurun sensasi tidak sedapnya.
  4. Tren dan Gaya Hidup
    Kebetulan sekarang yang lagi tren adalah tidak merokok. Selain itu sekarang di banyak tempat umum sudah mulai dilarang merokok kecuali di area-area tertentu yang sudah ditetapkan.
  5. Omelan Isteri .
    Sejak masih pacaran sampai menikah, isteri saya (dulu sih masih calon isteri) sangat tidak suka asap rokok. Bahkan ayah mertua saya sampai harus mengasingkan diri di halaman belakang rumahnya karena protes puteri tercintanya itu kalau mau merokok.
    Karena omelan yang panjang lebar dan tiada lelah berhenti itu, saya akhirnya termotivasi untuk segera berhenti merokok.

5 Kiat Berhenti Merokok:

  1. Kurangi Jumlah Batang Rokok yang Dihisap per Hari
    Proses untuk berhenti merokok tidak serta merta saya lakukan. Bagaimanapun juga tubuh saya yang sudah terkondisikan oleh nikotin dan tar tentunya akan melakukan aksi protes yang spartan jika mendadak suplai racun tersebut terhenti tiba-tiba.
    Karena itu saya mengurangi dengan bertahap. Saya pasang target untuk mulai mengurangi jumlah batang rokok dari jumlah 36 batang per hari.
    Jadi perlu waktu sampai hampir dua bulan untuk berhenti menghisap rokok kretek kesayangan saya itu.
  2. Kurangi Kadar Nikotin per Batang Rokok yang Dihisap per Hari
    Setelah berhasil mengurangi batang rokok kretek yang saya hisap per hari, saya berpindah menghisap rokok dengan kadar tar dan nikotin yang rendah.
    Prinsip yang dipakai masih seperti di atas. Jadi dalam waktu sekitar 5 bulan saya sudah bisa total berhenti merokok.
  3. Giat Olah Raga
    Untuk menyeimbangkan metabolisme tubuh saya yang sudah pasti berubah itu, saya rajin olah raga. Setiap hari saya jogging sekitar 30 menit di sekitar lingkungan rumah. Kadang-kadang kalau lagi semangat pergi ke gym dekat rumah untuk latihan beban.
    Lumayan, siapa tahu bisa punya badan seperti Ade Rai atau Brad Pitt .
  4. Kurangi Tidur Larut Malam
    Karena sudah terbiasa kerja gila-gilaan dikejar waktu tenggat penyelesaian proyek dari klien atau kantor, saya jadi sering tidur larut malam bahkan sampai subuh. Kadang-kadang untuk mengusir rasa dingin, kantuk dan rasa bosan saya akhirnya jadi merokok (tentu saja ditemani segelas kopi panas).
    Akhirnya saya menetapkan untuk disiplin waktu. Sekalipun kerja di rumah, saya hanya bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Kalau harus lembur karena dikejar deadline, biasanya tidak pernah lebih dari jam 10 malam.
    Atau karena sedang panas-panasnya coding aplikasi software atau penasaran sama bug yang nggak ketemu-ketemu asalnya, saya tetap memaksakan diri untuk mematikan komputer tepat jam 10 malam.
    Jadi saya tetap bisa tidur jam 11 malam dan bangun jam 5 pagi (sekalipun biasanya habis sholat subuh sering tidur lagi sampai jam 7  )
  5. Mintalah Istri untuk Sering Ngomel
    Kiat ini sangat ampuh buat saya. Calon isteri (sekarang sih udah jadi isteri) saya itu sangat rajin mengomeli saya kalau sudah merokok atau kerja di luar jam yang disebut tadi. Jika beliau sudah mulai bosan ngomel, biasanya saya bertanya, “Hon, kok tumben nggak ngomel?”
    Maka dengan serta merta meluncurlah dengan deras tiada henti-hentinya segala petuah nan bijaksana kepada saya dari isteri saya tersebut.

Kesehatan

Ditulis dalam Berita Olahraga tagged , , , , , pada 9:24 oleh zoudha

Karbohidrat (zat tepung dan berbagai jenis gula) adalah sumber energi utama bagi tubuh, dan dengan memilih diet seimbang tinggi karbohidrat, anda dapat tetap aktif untuk waktu yang lebih lama, berlatih lebih keras, tidak mudah lelah setelah berolah raga, mengurangi resiko mengalami luka dan menjadi lebih fit.
Untuk dapat melaksanakan diet seimbang tinggi karbohidrat dengan baik, ada aturan-aturan dasar:

1. Makan dan nikmati jenis makanan yang bervariasi.
2. Makanlah diet tinggi karbohidrat
3. Karbohidrat (dari tepung-tepungan maupun gula) adalah sumber energi terpenting bagi otot yang sedang bekerja.
4. Tubuh hanya dapat menyimpan karbohidrat dalam jumlah terbatas di hati dan otot sebagai glikogen.
Setiap kali anda berolah raga, cadangan glikogen anda akan berkurang
Pilihan makanan dan cemilan sebaiknya didasarkan pada makanan tinggi karbohidrat (sereal, roti, nasi, kentang, pasta).
Untuk menghindari kelelahan dan meningkatkan performa anda pada aktivitas/sesi olah raga berikutnya, sebaiknya anda :

1. Mengudap cemilan kaya karbohidrat (plus minum air) kurang lebih 2 jam sebelum berolah raga—misalnya sereal, buah segar, buah kering, yoghurt buah, minuman susu fermentasi, roti gandum atau sandwich.
2. Mengganti cadangan glikogen dengan makanan tinggi karbohidrat segera setelah berolah raga (kira-kira 30-60 menit)—apakah itu langsung makan besar atau sekedar cemilan kaya karbohidrat seperti sereal sarapan pagi, pisang, roti, agar-agar, wafer sereal, jus, atau minuman berenergi.
3. Pilih dan atur waktu konsumsi makan dan minum sesuai pola latihan anda. Yang terpenting adalah untuk selalu mengkonsumsi makanan sehat tinggi karbohidrat secara keseluruhan, sehingga pilihan makanan sebaiknya yang praktis, nyaman, menyenangkan dan dapat dimakan ! Cobalah untuk minta pendapat tersendiri dari ahli gizi olah raga mengenai pilihan makanan yang cocok bagi anda.
4. Minum cukup air.
* Dehidrasi adalah penyebab utama rasa lemah. Saat anda haus, anda sudah mengalami dehidrasi ringan, jadi minumlah sebelum terasa haus.
* Minum sebelum, selama dan segera setelah berolah raga, seiring dengan meningkatnya pengeluaran cairan saat olah raga. Air putih biasa sudah cukup, kecuali anda berolah raga selama satu jam atau lebih secara terus-menerus. Pada keadaan demikian, konsumsi cairan isotonik akan lebih tepat. Bila warna urin anda bertambah gelap, minum lebih banyak. Usahakan mencapai jumlah yang sama dengan jumlah air yang diminum dengan warna lebih bening.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.